Memancing Ikan di Rantau Kasih – Part 1

Memancing Ke Rantau Kasih

Memancing,

Rasanya di antara sekian banyak teman-teman yang saya miliki mulai dari teman semasa kecil, teman sekolah dasar, teman sltp, teman slta, teman kuliah hingga yang masih menjadi teman saat ini jarang sekali yang tidak hobi dengan yang namanya memancing. Hampir di setiap ada waktu liburan yang mereka miliki sering sekali diisi dengan hobi yang satu ini. Untuk tempat pelaksanaan hobi yang satu ini tidaklah monoton di sungai saja, berbagai tempat yang sekiranya ada ikan pasti didatangi.. mulai dari sungai, kali, danau, hingga rawa. Memang luar biasa kalau udah jadi hobi:mrgreen: .

Terlebih dengan adanya acara di televisi yang menayangkan tentang kegiatan memancing, mulai dari Sabang hinga Merauke hingga spot-spot pemancingan di Negara tetangga. Dengan adanya tayangan televisi yang satu persatu muncul ke layar dengan tujuan memenuhi berbagai hobi para penonton, maka penonton pun akan merasa lebih bisa mengembangkan hobi mereka, atau bisa jadi yang semula tidak hobi bisa menjadi sedikit tertarik dengan acara yang ditayangkan di televisi yang berujung hobi juga:mrgreen: .

Model : Bro Puja

Model : Bro Puja

Tayangan yang berisikan berbagai hobi masyarakat di Indonesia ini ada banyak. Di antaranya untuk petualangan My Trip My Adventure, Ethnic Runaway, Mata Pancing, Mancing Mania, Ring of Fire dan masih banyak lagi.. mulai dari kegiatan indoor hingga outdoor.. tinggal dipilih..:mrgreen: tapi, saya lebih menyukai acara hobi yang berkaitan dengan outdoor😀 .

Terlepas dari itu semua, hobi bukanlah semata berasal dari apa yang ditayangkan di televisi  saja, hobi muncul dan punya tempat tersediri di hati para penggemar dari berbagai sumber.

 

Kamis, 14 Mei 2015

Sama seperti petualangan sebelumnya, kegiatan memancing sudah pernah direncanakan sebelumnya, dan yak! baru kesampaian pada tanggal yang tertera di atas.

Jujur, saya heran.. setiap petualangan apabila direncanakan dengan detail pasti akan menuai persentase kegagalan yang besar:mrgreen: , ini sudah sering saya buktikan.

Petualangan ringan kali ini beranggotakan empat orang, saya.. bro Puja.. Sist Mery.. dan adik cowok Mery (saya lupa namanya :mrgreen ). Dari awal rencana mengumpul dengan jam yang telah disepakati.. hingga akhirnya berkumpul pada waktu yang ‘sedikit’ lebih molor dari waktu yang telah ditentukan:mrgreen: .

Setelah berjumpa Rombongan di simpang tiga Kubang-Kaharudin Nasution, kami berangkat menuju daerah Rantau Kasih.

Tunggu-tunggu..

Rantau Kasih? Di mana itu?

Perantauan yang terkasih atau daerah rantau yang dipenuhi oleh berbagai kisah kasih?:mrgreen:

Dan untuk Asal Usul dari nama daerah ini saya sangat kekurangan info:mrgreen: , yang jelas tempat  ini berada di daerah Sungai Pagar Kab. Kampar Kiri Prov. Riau CMIIW.

 

Hujan

Hari yang cerah mengiringi awal perjalanan kami dari Pekanbaru, hari begitu cerah hingga kami mulai memasuki daerah Sungai Pagar.. Hujan Lebat betul bro! kami harus berteduh demi menghindari tubuh yang menggigil karena terus memaksanakan melawan hujan yang lebat:mrgreen: .

Ya, itulah yang namanya petualangan. Dari kemungkinan yang kecil hingga yang terbesar mempunyai persentase kemunculan yang sering:mrgreen: .

Sembari menunggu dengan hujan berhenti dengan bosan.. kami mulai memakan perbekalan yang telah disiapkan sebelumnya, dan.. hujan tidak juga reda, sangat awet..

Setelah Hampir 1 jam hujan sedikit reda, dengan ditemani gerimis hujan kami melanjutkan perjalanan dan kembali terhenti di tengah Sungai Pagar karena hujan kembali deras:mrgreen: .

Setelah kembali menunggu.. hujan hanya reda sedikit saja, tidak ada pilihan lain lagi.. kami harus menempuh gerimis hujan ini supaya sampai di tempat tujuan secepat mungkin.

 

Memasuki Daerah Rantau Kasih

Di sinilah Simpang Tiga Untuk masuk ke daerah Rantau Kasih, Persis di Seberang Masjid Raya Kelurahan Sungai Pagar.

Di sinilah Simpang Tiga Untuk masuk ke daerah Rantau Kasih, Persis di Seberang Masjid Raya Kelurahan Sungai Pagar.

Tidak jauh dari pasar lipat kain dan masjid.. ada simpang 3.. dan artinya di sinilah perjalanan menuju daerah rantau kasih dimulai.

Tidak jauh setelah memasuki simpang akan ada sebuah pos kecil yang dijaga oleh pemuda setempat, yang mana setiap ada pengendara sepeda motor atau mobil yang terlihat seperti akan pergi memancing maka akan dimintai uang masuk per motor sebesar 2 ribu rupiah untuk sepeda motor dan untuk mobil saya kurang tahu:mrgreen: . Saya rasa sebagai indikator bahwa yang memasuki daerah rantau kasih bertujuan untuk memancing atau tidak adalah dengan melihat ujung joran yang terjulur meskipun telah di masukkan ke dalam tas.

Perjalanan kami menuju rantau kasih rupanya masih ditemani gerimis hujan yang perlahan-lahan mulai meresap dan menyentuh kulit yang telah terbungkus oleh baju dan celana:mrgreen: . Jalanan aspal yang kami lalui menuju rantau kasih rupanya tidaklah begitu panjang, cukup beberapa kilo masuk ke dalam kami sudah menjumpai jalanan tanah yang telah basah dan digenangi oleh air hujan di beberapa titik badan jalan, seru! I like it:mrgreen:

Jalanan Becek Menuju Daerah Rantau Kasih, jalan tanah yang menantang untuk kebut-kebutan ala crosser :D .

Jalanan Becek Menuju Daerah Rantau Kasih, jalan tanah yang menantang untuk kebut-kebutan ala crosser😀 .

Jalanan non-aspal yang kami lewati lumayan dirasa jauh, estimasi saya.. untuk mencapai spot pemancingan yang sudah direncanakan, saya dan bro Puja membutuhkan waktu sekitar lebih kurang 20 menit. Itupun dengan gaya ala crosser yang kebut-kebutan dijalan becek tersebut:mrgreen: .

Lumayan seru rupanya kebut-kebutan di jalanan becek ini😀 , dan untungnya tidak ada genangan air yang begitu dalam menyapa kami selama perjalanan.. kalau ada.. alamat akan terlempar dari sepeda motor dengan sedikit bekas cedera:mrgreen: .

Kebut-kebutan ini kami lakukan karena jalanan yang kami lalui adalah daerah semak dan hampir hutan, jarang sekali kami jumpai penduduk sekitar yang melintas, begitu juga pengendara sepeda motor lainnya.. begitu kami jumpai sekali.. pasti pengendara tersebut lebih memilih untuk berteduh di bawah pepohonan atau rumah kebun di tepi jalan. Jadi, kami kebut-kebutan sedikit aman.

Oh iya, sepeda motor kami tidak ada satupun yang bertype trail:mrgreen: .. cuma ada Shogun FL125 dan New Jupiter Z.

 

Pondok Mak Adangnya Merry

Begitu 20 menit-an waktu yang kami lalui semenjak berpisah dari jalanan aspal, kamipun menjumpai pondok mak Adang.

Yang pertama kali kami lakukan ?

Berteduh !:mrgreen:

Basah kuyup bro !

Pondok Mak Adang

Beruntung, pondok mak Adang rupanya merupakan tipe pondok tinggi, sehingga tersedia tempat yang cukup luas untuk meneduhkan sepeda motor kami persis di bawah pondok.

“Assalamu’alaikum..  “

Terdengan sahutan dari dalam pondok, di dalam ada Mak Adang dan Abang Merry juga, mak Adang keluar dan melihat siapa tamu yang baru datang di cuaca hujan gerimis seperti ini.

“Wa’alaikum salam.. “

Mak Adang menjawab sembari melihat salah seorang yang dikenal, yap! bro Puja..

Bro Puja sudah pernah ke sini sebelumnya, jadi wajar saja mak Adang mengenali bro Puja.

Kamipun bercerita bahwa kami pergi bersama Merry dan adik cowoknya, tapi karena hujan.. mungkin mereka lebih memilih untuk berteduh sebentar, tidak seperti kami yang lanjut terus tanpa memikirkan hujan gerimis yang tidak kunjung reda:mrgreen: .

Itu wajar, adik cowok Merry tentu lebih memilih berteduh dari pada membuat dia dan terutama kakaknya Merry basah kuyup.. sayang kakak😀 .

Tidak lama setelah kami mencapai pondok mak Adang, Merry dan adik cowoknya pun menyusul dan langsung memarkirkan sepeda motor di bawah pondok karena hujan gerimis masih sangat betah bercanda dengan mood memancing kami saat itu:mrgreen: .

Bersambung..

Thanks for Reading😀

Categories: Full Indonesia, Jelajah Nusantara, Provinsi Riau, Sepeda Motor, Unik | 6 Komentar

Navigasi pos

6 thoughts on “Memancing Ikan di Rantau Kasih – Part 1

  1. wew…. jauh ye… dikelilingi sawit-sawitan….

  2. Ping-balik: Memancing Ikan di Rantau Kasih – Part 2 Akhir Petualangan.. | Azul's Blog

  3. Wahaha… asyik tuh kebut kebutannya….. pengen lagi……😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: