Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 5 – Akhir Petualangan..

Perjalanan Pulang ke Lipat Kain

Artikel sebelumnya ada di sini

Setelah berpamitan dengan pemilik rumah tempat kami menginap semalam, perjalanan pulang dimulai. Di dalam hati saya selalu berdo’a untuk keselamatan kami hingga sampai di rumah masing-masing.. dan satu lagi.. berharap jalan kering tidak hujan seperti kemarin lagi. Bismilahirrohmanirrohim.. disusul do’a perjalanan kami ucapkan sembari perjalanan baru dimulai.

ilustrasi jalan yang kami tempuh, dari : google

ilustrasi jalan yang kami tempuh, dari : google

Perjalanan malam kali ini rupanya diawali dengan mulus, karena track sudah lumayan kering dari sebelumnya. Hingga menjumpai sungai, rupanya jalan benar-benar jauh lebih kering dari sebelumnya, Alhamdulillah.. tidak henti terucap di hati saya. Sebelum menjumpai sungai sempat was-was di dalam hati karena khawatir jika kondisi sungai masih seperti kemarin, tapi ketika sampai di tepian sungai rupanya ketinggian sungai bersahabat, dan bisa dilewati langsung dengan sepeda motor.

Oke, Bismillah.. dan sepeda motor kami lolos melintasi sungai tersebut ! yeah !

Menjelang Rumah Penduduk..

Perjalanan kembali dilanjutkan, setelah melewati beberapa tanjakan dan turunan hingga hampir mencapai rumah penduduk terdekat, kami melihat seekor ular berwarna hijau yang bagian dada sampai kepala dalam kondisi tegak di tengah jalan. “Astaghfirulloh.. ada apa ini ?” gumam saya di dalam hati. 

Rupanya bro Puja telah duluan melewati ular tersebut dengan tidak sengaja tentunya, jadi tinggal rombongan belakang yang masih menunggu ular tersebut melintas sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan.

Tapi kok ularnya tidak bergerak ? kami tunggu, tak kunjung bergerak. Tiba-tiba ada anggota dari rombongan yang menyeru, “matikan lampu motor kalian !”. Segera kami ikuti, setelah kami matikan hampir satu menit, kami hidupkan lagi lampu sepeda motor.. ular hanya beranjak sedikit. Lampu motorpun dimatikan kembali.

Sembari mematikan lampu sepeda motor, tiba-tiba terbesit di dalam fikiran saya untuk mngucapkan salam sekalian minta izin lewat sama kepada sang ular. “Asslamualaikum.. permisi, numpang lewat..” begitu saya ulangi terus setiap kali lampu sepeda motor kami hidup dan matikan, dan Alhamdulillah.. perpindahan posisi ular kami rasa agak cepat dari sebelumnya (ular hanya bergerak ketika lampu motor dimatikan, ada yang bilang ular merasa terancam jika ada sesuatu yang menyorot dirinya.. salah satunya lampu sepeda motor kami).

Setelah ular berada di luar badan jalan kami melanjutkan perjalanan. Tidak lama berjalan, ada usul dari salah satu anggota rombongan bahwa kita harus istirahat di desa terdekat karena cewek sudah pada capek.. tidak ada istirahat setelah seharian berpetualang ke air terjun lubuk bigau.. malam ini perjalanan pulang dilanjutkan.. ditambah lagi ada seorang biker cewek.. Dewi yang selalu membawa motor selama perjalanan dari awal perjalanan hingga pulang sekarang. Hujan gerimispun sudah mulai berdatangan.

Perjalanan dilanjutkan, hingga kami menjumpai desa terdekat. Mery dengan sigap berdialog dengan penduduk setempat tentang tujuan kami untuk menginap satu malam di desa itu. Alhamdulillah.. penduduk desa mengerti kondisi kami, untuk cewek tidur di salah satu rumah penduduk dan untuk cowok diizinkan untuk menempati satu rumah kosong untuk beristirahat malam ini. Terimakasih para penduduk desa.. proud to be Indonesian people ! soo friendly !

Karena saya juga letih maka diputuskan untuk tidur dalam kondisi bertelanjang dada, karena saya fikir di sini kalau sudah tengah malam pasti akan sangat panas suhunya.

Rupanya perkiraan saya meleset ! saya terbangun dari tidur sekitar jam 1-2 pagi, dengan kondisi badan yang menggigil, subhanalloh.. rupanya udara di desa ini ketika malam sangatlah dingin tidak ada ubahnya dengan udara malam di desa lubuk bigau. Saya kembali mengenakkan baju, ini akibatnya karena terlalu sok ! haha !

Esok Hari..

Bangun di hari yang tidak terlalu pagi, saya kembali mengecek koleksi bebatuan yang telah saya pilah di sungai sebelumnya. Satu persatu batu saya seleksi dari yang tidak bagus hingga yang paling bagus menurut versi saya.. dan dari baru yang terpilih saya perlihatkan kepada bro Aceng yang lebih paham mengenai bebatuan akik di banding saya.. setelah dipilih-pilih oleh bro Aceng, hasilnya.. dari 2 kg bebatuan yang telah memberatkan tas saya selama perjalanan, hanya 0% bebatuan yang bisa dijadikan baru akik, luar biasa !😯

Jam 7 menghampiri.. kami bersiap untuk berangkat, tapi lagi lagi.. Indonesians people very friendly.. ! salah satu penduduk rupanya telah menyediakan sarapan pagi untuk kami, kami tidak pernah meminta. Alhamdulillah.. Rezeki😀 .

Ilustrasi makanan yang kami santap, dari : google

Ilustrasi makanan yang kami santap, dari : google

Setelah menyelesaikan sarapan dari penduduk desa yang begitu ramah ini, kami segera bersiap-siap dan mengecek kondisi sepeda motor masing-masing.. setelah dirasa cukup dan aman, kami meminta izin dan berterima kasih kepada penduduk desa yang telah amat ramah kepada kami.

Sungguh penduduk yang sangat ramah, terima kasih teramat sangat😀 .. semoga dibalas oleh yang maha kuasa dengan berkali lipat lagi.. Aamiin..

Kebetulan..

Setelah menuruni dan mendaki beberapa tanjakan yang sudah kami lalui dua hari yang lalu kembali, tiba saatnya kami untuk rehat, karena mesin juga butuh istirahat walaupun track dalam kondisi yang bersahabat.

Iseng-iseng saya melihat kondisi sepeda motor saya dan.. aman ! selanjutnya secara kebetulan mata saya tertarik untuk melihat sepeda motor Juli a.k.a Jupiter burhan, mata saya tertuju langsung ke arah ban belakang dan yang saya temukan adalah.. kondisi ban yang menggenaskan !

Sebesar 2 cm ban luar telah koyak.. dan menyembullah bagian ban dalam keluar.. saya pastikan lagi dengan menekan tonjolan tersebut, dan ternyata benar itu adalah ban dalam ! kekhawatiran terjadi lagi, bagaimana kalau ban bocor di tengah jalan sebelum jumpa bengkel ? Tanjakan dan turunan masih banyak loh !

Bro Puja menyarankan dengan cepat agar ban dilit dengan tali, “tali apa yang kita punya ?” tanya saya, “tali raffia ?? mana kuat !” saya jawab kembali. “bikin berlapis-lapis agar tahan lama” ujar bro Puja lagi, oke.. bagian ban yang koyak pun dililit dengan tali raffia sekitar tiga kali lilitan tebal dan kencang.

Oke siap, perjalanan dimulai kembali.

Signal Pertama..

Setelah berjalan lagi dan berjumpa tikungan yang lumayan tinggi, rombongan pun berhenti untuk memeriksa indikator signal di hp masing-masing.. mudah-mudahan sudah ada signal.

Alhamdulillah.. jangkauan signal di sini rupanya bagus ! lebih dari detengah indikator signal terpenuhi. Semuanya segera menghubungi keluarga masing-masing😀 .

Lega.. perjalanan kembali dilanjutkan.

Post pertama pemberhentian..

Jalan yang dilapisi beton dengan panjang hampir atau melewati 2 km kami jumpai kembali, berarti sedikit lagi kami bisa mencapai post pertama ketika berangkat dua hari yang lalu.

Tanjakan beton telah kami masuki, wah lumayan mengerikan tanjakan ini rupanya, ketika pergi menuju air terjun kami hanya menuruninya.. dan terasa sangat terjal sekali. Sekarang kami harus mendaki turunan yang kemarin ! luar bisa.

Perlahan tapi pasti rupanya sepeda motor kami bisa menanjak tanpa menurunkan penumpang, walaupun selama pendakian selalu mengandalkan gigi 1:mrgreen: .

Pos Pertama Pemberhentian, kami berteduh di pondok yang atapnya dilapisi daun hijau..

Pos Pertama Pemberhentian, kami berteduh di pondok yang atapnya dilapisi daun hijau..

Sehabis pendakian, akhirnya jalanan datar dan menurun panjang kami temui kembali, dalam hati begitu gembira.. karena saya ingat persis, sehabis jalanan beton ini adalah post pertama pemberhentian kami di awal perjalanan masuk 2 hari yang lalu. Dari puncak hingga jalanan menurun panjang menghampiri saya hanya perlu menekan kopling sepeda motor dan shogun 125 pun melesat dengan kencang:mrgreen: . Turunan jalan beton pun berakhir dan post pertama pun menanti !

Ganti Ban.

Begitu sampai di ujung jalanan beton, yang pertama sekali kami cari adalah bengkel yang menjual ban. Setelah bengkel dijumpai kami istirahat sebentar sembari menunggu proses penggantian ban belakang selesai dilakukan.

Ada sedikit cerita yang bikin saya nyesek.. tapi tidak bagi mereka:mrgreen: . Sembari menunggu penggantian ban selesai, saya membeli sebuah minuman dengan merek “pr*man en*rg*nesis” , sebenarnya hanya rasa penasaran dari minuman ini saja yang membuat saya merogoh kocek untuk membelinya. Di sini nyesek mulai menghujani haha ! ketika saya minum ada saja yang berkomentar.. “prom*n jul !” seru salah seorang cowok di rombongan “biar kuat buat menghadapi sisa track yang masih tersisa” ujar saya, ada yang tertawa.

Perjalanan pun dimulai dengan proman yang sudah saya konsumsi sebelumnya, di tengah perjalanan pun kena juga sama Tety yang dibonceng, “hati-hati bang, mentang-mentang minum pr*man.. bawa motor kencang” hahaha terserah deh.. dan ketika berhenti istirahat juga ditanyain “capek bang ?” ujar salah seorang anggota “gak, biasa aja” ujar saya, “pasti masih kuat, kan udah minum pr*man” sambut yang lain menyambung dialog, disambut gelak tawa yang mendengar dialog tersebut. “minum pr*man sih pr*man, tapi tenaga ya tetap segitu doank, paling ngaruh buat mata saja biar tidak ngantuk, lagian saya juga belum makan ini, perih lambung yang ada, asemm.. semm..” celetuk di dalam hati.

Mungkin tidak lucu, tapi minimal nyeseklah buat saya sendiri:mrgreen: !

Rumah Mery..

Tidak lama setelah melanjutkan perjalanan, kami akhirnya sampai di rumah Mery di Lipat Kain untuk beristirahat. Ayo.. dihemat badannya :mrgren: . Di sana kami juga disuguhi makan siang oleh keluarga Mery, Alhamdulillah..😀 .

Setelah beristirahat, makan siang dan merasa stamina badan sudah sedikit pulih.. mungkin karena minum pr*man sebelumnya.. ah ! sudah oi ! itu lagi ! pr*man lagi ! skip ! skip !

Stamina tubuh telah pulih kembali, saya dan beberapa teman pergi ke tempat pencucian terdekat untuk membuat bersih kembali sepeda motor kami yang sudah begitu dipenuhi oleh lumpur dan debu:mrgreen: , setelah motor bersih kami kembali ke rumah Mery dan mulai memasang kembali pretelan sepeda motor yang telah dicopot sebelum berangkat 2 hari yang lalu, setelah selesai satu sepeda motor.. saya dan yang lain segera bantu pemasangan pretelan sepeda motor teman-teman yang lain.

Pemasangan pretelan sepeda motor rupanya lumayan memakan waktu, hingga waktu maghrib tiba dan masih ada sepeda motor terakhir yang belum terpasang secara menyeluruh, sepeda motor bro Puja.

Perjalanan Pulang ke Pekanbaru..

Karena hari sudah malam, kami memutuskan untuk pulang secepatnya. Setelah berpamitan dengan Mery yang tidak serentak berangkat bersama kami, perjalanan pulangpun dilanjutkan.

Wow, riding malam.. sebenarnya saya kurang suka karena lampu sepeda motor tidak begitu terang sehingga meyulitkan untuk melihat lubang di jalan yang minim penerangan akan tetapi silau oleh lampu jauh mobil yang entah disengaja ataupun tidak.

Akhirnya terbukti ! beberapa lubang di jalan sukses saya libas dengan keras di malam perjalanan pulang kala itu !

Di tengah perjalanan, ada sedikit kejadian yang sekiranya mengerikan. Ketika seorang teman.. bro Abeng yang memacu sebuah truk memberi kode untuk ikut memacu truk tersebut.. tetapi bro Abeng tersebut belum sepenuhnya melewati truk sehingga otomatis kondisi di depan belum terlihat sepenuhnya juga, alhasil sayapun mengikuti bro Abeng.. baru mencapai ban belakang truk dan bro Abeng sudah berhasil memacu truk.. saya melihat sinar terang dari arah berlawan.. tidak salah lagi.. itu adalah sebuah truk dari arah berlawanan ! pengereman pun dilakukan  secepat dan seefisien mungkin.. dan terpaut tipis akhirnya saya bisa masuk kembali ke jalur kiri sebelum truk dari arah berlawanan tersebut meremukkan kami. Alhamdulillah.. masih diberi kesempatan oleh Allah s.w.t.

Pelajaran dari kasus di atas adalah lebih berhati-hati lagi terutama untuk diri sendiri dalam berkendara, lebih fokus dan yakin. Jika ingin memberi kode untuk ikut memacu sebuah kendaraan di depan juga harus lebih hati-hati lagi😀 .. gak enakkan kalo terjadi sesuatu dengan teman kita nanti. Apapun itu, pengalaman untuk kita semua bersama agar lebih baik ke depannya lagi.

Perjalanan pulang kami lanjutkan menuju rumah dan kos masing-masing, Good Job Guys ! See You Later !

Senang..

Dari seluruh penjalanan yang kami lakukan mulai dari awal keberangkatan hingga perisahan kembali ke rumah dan kos masing-masing, kekompakan kami selalu terjaga. Kompaklah yang membuat seru petualangan, saling menjaga, walaupun perjalanan tidak sepenuhnya berjalan lancer.. saya sangat menyukai kesan selama perjalanan ini.

Capek, pasti dirasakan oleh semua anggota rombongan:mrgreen: .

Ke depan saya masih berencana ke sana lagi, tetapi dengan perencanaan yang lebih matang lagi tentunya.. tapi..

tidak dengan kondisi cuaca yang sering hujan..
tidak dengan sepeda motor shogun 125 (karena kolong belakang terlalu sempit sehingga mudah dipenuhi lumpur, maleset !)..
tidak dengan waktu yang begitu mepet (minimal ada waktu free selama minimal 4 hari, mengantisipasi kendala selama perjalanan nanti)

Oke, sampai jumpa dia artikel petualangan yang lain !

Dan ini sidikit foto kami selama petualangan😀 , selamat menikmati !

Aceng, Dewi, Dina, Abeng dan Juli.

Aceng, Dewi, Dina, Abeng dan Juli.

Puja, Mery, Dina, Dewi, Juli, Silvi, Aceng, Tety, Fitri, Enong, Pak Pemandu, Abeng Matin dan Rizaldi.

Puja, Mery, Dina, Dewi, Juli, Silvi, Aceng, Tety, Fitri, Enong, Pak Pemandu, Abeng Matin dan Rizaldi.

Mery, Dina, Dewi, Juli, Aceng, Zul, Puja, Tety, Enong, Fitri, Abeng, Matin dan Rizladi.

Mery, Dina, Dewi, Juli, Aceng, Zul, Puja, Tety, Enong, Fitri, Abeng, Matin dan Rizladi.

Pos Pertama Pemberhentian, kami berteduh di pondok yang atapnya dilapisi daun hijau..

Pos Pertama Pemberhentian, kami berteduh di pondok yang atapnya dilapisi daun hijau..

Bro Puja

Bro Puja

Ekspedisi pencarian bahan batu akik

Ekspedisi pencarian bahan batu akik

Matin, Tety dan Dina.

Matin, Tety dan Dina.

Pencarian signal hp di tengah hutan

Air Terjun Lubuk Bigau - Pangkalan Kapas

Memanjat anak tangga

Istirahat ketika penat

Selfie supaya tetap semangat !

Sungai Kecil yang Kami Seberangi

Di tengah rimba

Air Terjun Lubuk Bigau First Look

Air Terjun Lubuk Bigau First Look

Keberangkatan

Perjalanan Di mulai

Kondisi ban belakang sebelum dipenuhi lumpur

kondisi ban bro Aceng

Kondisi ban depan selama trek mulai basah

Alas kaki petualang

Jpeg

One Question ..

” Kapan Kita Ulangi Lagi Kegilaan Ini ?.. “

Categories: Full Indonesia, Jelajah Nusantara, Provinsi Riau, Sepeda Motor, Unik | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 5 – Akhir Petualangan..

  1. Kalau dikelola dengan baik bisa jadi tempat wisata..dan secara tak langsung membantu ekonomi warga sekitar… Tapi apa ada yg perduli..?

    • yang jelas tujuan saya membuat artikel ini juga untuk mengembangkan wisata di riau juga, mudah-mudahan ada perhatian lebih lagi😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: