Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 4

Terpukau..

Cerita sebelumnya ada di sini :-D ,

Betapa tidak saya terpukau dengan air terjun yang kami tuju selama perjalanan ini ?? puas mendongakkan kepala melihat ke atas baru kelihatan bagian atas tebing dari sumber curahan air terjun ini ! luar biasa ! Provinsi Riau memiliki Air Terjun setinggi dan seindah ini !

Air Terjun Lubuk Bigau - Pangkalan Kapas

Tebing yang tinggi dengan berbagai versi ukuran ketinggian yang dinyatakan oleh pengunjung, ada yang bilang 130 meter, bahkan ada yang sampai bilang melebihi 200 meter (info dari pemandu). Curahan air terjun yang langsung menghantam susunan batu berwarna merah batu bata.

Tidak terasa lagi sisksaan perjalanan yang menimpa kami kemarin, terobati dengan keindahan alam buatan yang maha Esa ini !

Luka di tangan akibat membuang lumpur yang memenuhi kolong roda bagian belakang motor.

Luka di kaki saat membantu menyeberangkan sepeda motor melewati sungai.

Apalagi ?? 

Terobati dengan kemegahan alam yang satu ini.

Mendekati Hempasan Pertama Air..

Setelah meletakkan barang bawaan dan mengenakkan pakaian yang agak membuat bebas bergerak (saya menggunakan celana sepak bola saja:mrgreen: ) kami (sebagian rombongan) mulai menelusuri bebatuan besar berwarna merah batu bata di bawah curahan air terjun tersebut.. rupanya untuk menggapai hempasan curahan air terjun tersebut tidaklah mudah, bebatuan merah batu bata tersebut rupanya sangat besar, butuh kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan pijakan kaki dan raihan tangan untuk melewati batu-batu tersebut.

Matin, Tety dan Dina.

Matin, Tety dan Dina.

Butuh waktu lebih dari 10 menit atauh jauh lebih lama agar saya bisa sampai di hempasan pertama air terjun dengan melewati bebatuan merah batu bata ini. Sampai di hempasan pertama saya langsung memasang posisi bertapa di bawahnya.. haha gaya ! mana tahan lama-lama:mrgreen: . Meskipun kondisi curahan air terjun yang kami dapati sekarang tidak terlalu deras, tapi cukup membuat kami tidak tahan berlama-lama di tempat hempasan pertama air terjun ini, hempasan yang lumayan mengerikan untuk ukuran kulit manusia:mrgreen: .

Mengisi Perut..

Setelah puas, kami segera turun ke bawah untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sedari tadi hehe.. secara sebagian rombongan yang lain sudah siap makan siang ketika kami menuju hempasan pertama air terjun.

Ok, apa yang dapat kami masak ?

Di sini, kami telah mebawa beras.. mie instan.. telur.. dan sarden. Memasakpun dimulai.. kami cowok saja yang memasak, cewek duduk manis sembari menodongkan piring kosong ke arah kami para cowok yang sedang memasak ! keren.. !

Setelah mengisi semua permintaan todongan piring kosong, rupanya saya sendiri yang belum dapat mengisi piring sendiri.. ondeh mandeh .. ! ambo litak juo sanak !

Saatnya balas dendam, yang terakhir pastinya dapat jatah lebih, alhasil telur dan ikan sarden versi double pun saya dapatkan ! yeah !

Signal..

Setelah mengisi kekosongan perut dan memeriksa kelengkapan masing-masing, terbesit di benak kami untuk mengabari keluarga di rumah.. pencarian signal dimulai..

Ini rupanya cara cari signal yang disarankan oleh pemandu.

Pencarian signal hp di tengah hutan

Ya.. keren betul.. ! dan ini dia sarannya, hp diikat dengan gelang karet pada sebatang kayu kecil yang telah dipotong dan ditancapkan di sebuah gundukan tanah yang lumayan tinggi. Pencarian signal dimulai..

Semenit dua menit terlewati.. sepuluh dua puluh menit terlewati.. signal tak kunjung didapati. Bahkan saya mencoba mencabut dan mengangkat tinggi-tinggi  hp yang terikat dengan kayu tersebut dengan harapan dapatnya signal, layaknya orang selfie dengan tongsis lah ! sama sekali gak keren !

Oke, dialog dimulai dengan bahasa saya yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bahasa penduduk Desa Lubuk Bigau, termasuk bapak pemandu..

“pak, di siko iyo bisa awak dapek sinyal hape ? daghi tadi nyubo ndak juo dapek sabatangpun do”
artinya “pak, apa betul di sini bisa dapat sinyal hape ? dari tadi dicoba, sebatang sinyal pun tidak dapat”
tapi si bapak yang asli dari desa lubuk bigau yang seharusnya memahami bahasa saya ini malah membalas dengan bahasa indonesia ! haha ! yaudah.. diikutin saja:mrgreen:

ehem.. “pak, beneran bisa dapat signal dengan cara ini ?” tanya saya kepada sang pemandu, “biasa bisa dek, maksimal bahkan bisa sampai dapat signal dua batang” jawab pemandu, “dua batang ? emangnya rokok kretek pak ?:mrgreen: hmm, berarti sekarang ini keadaannya luar biasa donk ya pak.. “ gumamku dalam hati:mrgreen: .

Hasil dari pencarian signal = GATOT alias GAgal TOTal !

Meninggalkan Keindahan Alam..

Setelah mengalami kegagalan dalam mencari signal yang mungkin juga tersembunyi bersama keindahan alam, ahhh !!! kesal !! next.. next.. !

Kami mulai beranjak meninggalkan keindahan alam ciptaan yang maha kuasa yang satu ini. Dalam hati saya bergumam lagi “inshaalloh.. nanti bisa ke sini lagi dan mendirikan tenda.. Aamiin..”😀 . Perjalanan pulang kami mulai.

Di tengah perjalanan rupanya kami berjumpa dengan rombongan yang terdiri dari cowok-cowok saja, mereka ternyata baru sampai dan begitu cepat sampai di tahap ini. Setelah mengobrol sebentar masing-masing rombongan yang berlawanan arah ini kembali melanjutkan perjalanan.

Kejadian di Jalan Pulang..

Setelah berpas-pasan dengan rombongan yang menuju air terjun, kami mengalami sesuatu yang aneh ketika melewati sebuah sungai kecil.. para pemandu secara tiba-tiba berhenti dan perlahan mulai memasuki dan menelusuri aliran sungai.. kamipun mengikuti bapak pemandu, ada apa ini !! sementara hari mulai mendekati senja !

Tujuannya adalah berdasarkan request sebelumnya dari kami para cowok-cowok dari awal perjalanan menuju air terjun, yap.. mencari bahan batu akik !:mrgreen:

Sekitar hampir 1 jam kami melihat satu-satu batu yang terlihat unik kemudian masuk kantong, para cewek yang ikut rombongan kami terakhir terpaksa menunggu kami menyelesaikan misi:mrgreen: . Tapi Tety segera mengeluarkan handycam dan merekam proses pencarian batu akik, act.. !

Ekspedisi pencarian bahan batu akik

Ekspedisi pencarian bahan batu akik

Setelah puas dan mengantongi lebih kurang 2 kg batu akik saya dan rombongan melanjutkan perjalanan pulang.

Parkiran Sepeda Motor..

Kami tiba di parkiran motor sekitar jam 5 sore lewat, dan secara mengejutkan rombongan cowok yang kami jumpai ketika balik dari air terjun tadi sudah berada di belakang kami ! cepat betul bro.. keren !

Di parkiran sepeda motor kami mengisi perut kembali, dan.. dua sohib selama mengoceh di perjalanan pulang dari air terjun.. Tety segera mencari tempat untuk melepaskan kegelisahan selama perjalanan.. disusul bro Rizaldi.. haha ! lega kan ! udah bisa melepaskan batu yang selama perjalanan digenggam kuat !:mrgreen: .

Di sini kami memasak lagi untuk mengisi kekeroncongan perut, sementara teman-teman lain mulai makan.. saya malah asyik membersihkan kolong belakang sepeda motor yang masih terdapat lumpur dan mengganggu perputaran roda belakang ! (lumpurnya telah kering karena sepeda motor ditinggal seharian) keren !

Tidak terasa saya pun telah selesai membersihkan tanah liat keras yang memadati area kolong belakang ban sepeda motor, sementara teman-teman lain yang telah selesai duluan mengisi perut malah sudah bersiap-siap untuk menghidupkan sepeda motor. Hey ! saya sendiri belum makan nih !

Akhirnya saya menyelesaikan proses pengisian perut saya sembari ditemani dua teman.. Rizaldi dan Tety (teman-teman yang lain sudah duluan sekitar 10 menit menuju desa Lubuk Bigau kembali). Begitu saya menyelesaikan makan dan mempersiapkan apa yang akan dibawa, rupanya hari sudah gelap, perkiraan saya jam 6.30 senja, gelap.. seram..

Keputusan Keberangkatan..

Sebelum ditinggalkan rombongan menuju Desa Lubuk Bigau, kami berembuk tentang keberangkatan pulang, karena ada berbagai pertimbangan lagi jika tetap menginap di rumah penduduk kembali, di sisi lain seharian ini tidak ada hujan sama sekali dan otomatis track pasti sudah lumayan kering.

Setelah berembuk, akhirnya diputuskan untuk berangkat malam ini juga.

Kembali ke Rumah Penduduk..

Saya, Rizaldi dan Tety memulai perjalanan. Melewati track jalan setapak yang sama sebelumnya, tapi ini terasa berbeda sekali.. hari sudah gelap.. dan hanya kami bertiga..

Perjalanan dimulai.. kami menelusuri kembali jalan setapak ketika masuk tadi, nah.. perasaan merinding tak terelakkan selama perjalanan.. terutama ketika melewati jembatan gantung ! serius, tetap berdzikir di dalam hati.. semoga selamat sampai tujuan. Berangsur-angsur walaupun terasa lama akhirnya kami sampai kembali ke rumah penduduk di mana teman-teman yang lain sudah menanti. Alhamdulillah.. selamat sampai di rumah penduduk kembali😀 .

Di sana kami mulai mempersiapkan segala macam tentang persiapan keberangkatan pulang, mulai dari isi bbm tengki sepeda motor sampai full dan mengisi kembali jerigen bbm masing-masing sepeda motor.. juga memberi pelumas rantai dengan minyak goreng.. tunggu ! minyak goreng ?? iya, mw gimana lg.. oli untuk rantai tidak ada..:mrgreen: . keren !

Perjalanan Pulang ke Lipat Kain

Setelah berpamitan dengan pemilik rumah tempat kami menginap semalam, perjalanan pulang dimulai. Di dalam hati saya selalu berdo’a untuk keselamatan kami hingga sampai di rumah masing-masing.. dan satu lagi.. berharap jalan kering tidak hujan seperti kemarin lagi. Bismilahirrohmanirrohim.. disusul do’a perjalanan kami ucapkan sembari perjalanan baru dimulai.

Apa yang terjadi dengan perjalanan kami menuju Lipat Kain pada malam hari akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya..

Thanks for Reading ..😀

Categories: Full Indonesia, Jelajah Nusantara, Provinsi Riau, Sepeda Motor, Unik | 5 Komentar

Navigasi pos

5 thoughts on “Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 4

  1. Mikir2 lagi ane mau kesananya…😆

  2. Ping-balik: Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 5 – Akhir Petualangan.. | Azul's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: