Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 3

Tiba di Desa Lubuk Bigau

Kelanjutan dari postingan petualangan sebelumnya, klik di sini

Di tengah rimba

Tanpa melihat jam, saya rasa waktu sudah menunjukkan di atas jam 9 malam atau bisa jadi lewat lagi dari perkiraan. Hanya capek dan secepatnya bisa beristirahat yang saya fikirkan saat tiba di salah satu rumah penduduk yang bersedia menyediakan tempat beristirahat untuk rombongan kami malam itu.

                Udaranya ? sejuk ! dan hampir sedingin udara di Padang Panjang-Sumbar.

Sepeda Motor saya parkir di tepi jalan rumah penduduk, mencari dan memastikan keamanan para cewek yang sudah dibawa sebelumnya oleh abang-abang di tengah perjalanan tadi, dan.. Alhamdulillah..  semua dalam keadaan selamat dan lengkap😀 .

Setelah membersihkan sandal dan sedikit lumpur di badan.. saya masuk ke rumah, berkenalan dan ikut mendengar dialog Mery dengan penduduk setempat walaupun badan sudah mau rontok malam itu:mrgreen: . Rupanya Mery juga berdialog dengan salah satu penduduk yang nantinya akan menjadi pemandu kami ke Air Terjun. Kami memutuskan untuk menggunakan jasa pemandu, karena memang belum ada satupun dari kami yang pernah pergi ke air terjun yang akan kami tuju saat ini, dari dialog dan kesepakatan akhirnya kami memutuskan akan berangkat besok paginya sekitar jam 7 pagi. Setelah itu rombongan termasuk saya yang badan sudah amat letih bisa beristirahat. 

Oh iya, rumah penduduk yang kami tempati ini belum terjangkau oleh pln, alhasil semua rumah penduduk di sini menggunakan genset untuk keperluan yang berhubungan dengan listrik, dan ketika kami datang ke sana.. penerangan yang kami dapat rupanya berupa lampu cas biasa.. haha Alhamdulillah.. yang penting istirahat keren !😀 .

Berangkat ke Air Terjun..

Subuh pun menghampiri, saya bangun dan.. rupanya baru tersadar lagi bahwa udara di sini benar-benar dingin ! Saya sebenarnya tidur dengan celana pendek semalaman tadi:mrgreen: , tapi untuk bagian kepala saya memakai zebo alias “masker rampok..”:mrgreen: dan kepala saya tetap hangat.. tapi badan saya yang kedinginan !

Persiapan sudah siap sekitar jam 7 pagi. Kami berangkat masih menggunakan sepeda motor hingga ke tempat parkiran terakhir menuju air terjun lubuk bigau. Seingat saya perlu waktu sekitar hampir 20 – 30 menit menuju ke tempat parkiran motor terakhir dengan kecepatan santai.

Menjelang sampai di tempat parkiran terakhir, kami hanya melewati jalan setapak yang hanya pas untuk satu sepeda motor (jadi bila ada lawan, salah satu harus mengalah keluar jalur:mrgreen: ) dan jalannya sudah di semen sampai ke tempat parkiran terakhir, sangat membantu. Di dalam perjalanan kami disuguhi dengan 4 jembatan.

Ada yang berupa jembatan gantung..
ketika melewati jembatan ini maka ayunan dari jembatan akan menjadi sebuah sensasi tersendiri.. seram !

Ada berupa kayu selebar 1,5 jengkal..
ini untuk menyeberangi sungai kecil dan dangkal.. jadi tidak membahayakan apabila sang pengemudi motor terjatuh akibat hilang keseimbangan.. malahan saya yang sengaja turun di sini supaya bisa menyeberangi sungai kecil ini:mrgreen: .

Dan yang dua jembatan lagi saya lupa.. tidak kalah menarik dan menimbulkan sensasi tersendiri !

Setelah melewati beberapa jembatan tersebut, akhirnya kami sampai di pemberhentian terakhir.. persis di tepi sungai dangkal. “aman parkir di sini pak ?” tanya saya ke pemandu, “aman..” ok percaya deh😀 .

Setelah mempersiapkan diri dan mengunci aman setiap sepeda motor, kami mulai petualangan ini dengan menyeberangi sungai. Bismillah.. itu ucapan di hati kami ketika baru memulai petualangan menuju air terjun teringgi di provinsi Riau ini.

Hutan yang kami lewati terlihat masih asli, dari sini perjalanan dimulai dengan jalan kaki, menyenangkankah ? ikuti terus😀 .

Memasuki Hutan..

Dimulai dengan menyeberangi sungai pertama kami melewati hutan yang masih datar dan terlihat.. ada satu pohon kayu yang sudang ditebang dengan mesin.. sangat disayangkan. Beberapa puluh meter ke depan kami disuguhi lagi dengan sungai kecil yang harus diseberangi, tenang saja.. saya kan bilang sungai kecil hehe jadi bisa dilewati dengan mudah karena ketinggian aliran air hanya setinggi betis.

Sungai Kecil yang Kami Seberangi

Setelah menyeberangi sungai ke dua, kami mulai berjalan benar-benar di tepi sungai, jalannya rata-rata miring:mrgreen: , kami disambut lagi dengan sungai kecil tapi airnya lebih tinggi lagi.. dan batu pijakan yang terendam air sudah berlumut.. kami.. oh tidak ! saya terpeleset ketika menyeberangi sungai kecil ini, hati-hati bro ! Sehabis dari sungai ketiga, kami mulai mendapatkan track mendaki dan menurun, tapi masih belum terlalu menguras tenaga.

Akhirnya kami menemukan sungai kecil keempat yang sekaligus merupakan sungai terakhir yang akan kami seberangi, karena selepas sungai kecil yang satu ini kami akan memulai perjalanan yang sebenarnya.. menguras tenaga !

Di Tengah Perjalanan..

Apa yang kami lihat di dalam perjalanan ini ? ya hanya hutan belantara ! hehe, selain itu ada suara aliran air sungai.. tapi jauh di bawah karena perjalanan kami sudah mulai mendaki, ada suara monyet saya kira.. ya sangat keras sekali.. saling bersahutan.., dan ada juga suara burung hutan, soo jungle !.

Di tengah perjalanan, kami selalu membuka obrolan ataupun candaan antara satu dengan yang lainnya, tujuannya ? biar tidak ada yang capek karena suntuk:mrgreen: , apapun obrolannya kami ikuti.. tapi tetap obrolan yang sopan.. ini hutan bro.. bukan mall apalagi bar yang bisa seenaknya berucap.

Selfie supaya tetap semangat !

Setengah jam lagi ! ayo semangat !:mrgreen:

Hayo ! siapa yang masih ingat ! hahaha !

Perjalanan kami kali ini mulai menguras tenaga, tapi.. tidak untuk cowok:mrgreen: . Nah, di sini kesabaran dan kekompakan diuji.. sebagian rombongan memang ada juga yang duluan di depan, ada juga rombongan yang tertinggal karena lambat ataupun istirahat di belakang.. yang penting tidak ada yang ditinggal ! kalau ada apa-apa kan repot !

Istirahat ketika penat

Pemberhentian pertama adalah cekungan yang terbentuk dari batu, di sana ada “mini” air terjun juga, masih kecil..:mrgreen: tapi kalau nekat berdiri pas di bawah curahan air terjun mini ini ya tetap basah kuyup juga haha !

Model : Bro Puja, Sumber : http://kakangpuja.blogspot.com/

Bro Puja

setelah mengisi persediaan air di dalam botol.. perjalanan pun dilanjutkan. Perjalanan berlanjut dan kami menemukan sebuah tangga untuk melanjutkan track selanjutnya, kami ganti-gantian untuk memanjat, posisi tangga yang terlalu tegak menurut saya, setelah semua berhasil memanjat perjalanan dimulai kembali !

Memanjat anak tangga

Pada lanjutan perjalanan rupanya ada salah seorang cewek yang benar-benar kelelahan.. yes, Dina😀 , kami pun berhenti sebenar di bawah batu besar yang kiranya bisa dijadikan tempat berteduh ketika hujan.. jarang-jarang loh.. !

Kami pun tetap memberi semangat, bahkan saya sempat berusaha melawak biar Dina bisa tertawa dan melupakan sedikit capeknya, eh.. rupanya bisa ! Dina tertawa walupun cekikikan.. berhasil ! sayapun melanjutkan lawakan berikutnya, dan.. Juli menimpali dengan cepat.. ! “bang, gak lucu do.. gak lucu..” sembari melambaikan tangan.. Haha aseeemmm sekali kata-katanya saudara-saudara ! lawakan pun tidak dapat dilanjutkan lagi ! (sang pelawak ngambek):mrgreen: .

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya stamina dan semangat Dina sudah pulih kembali, track rupanya makin menantang, jangankan rombongan cewek. Sayapun sebenarnya sudah kelelahan, tapi disembunyikan saja, laki-laki toh !:mrgreen: . Dikarenakan track sudah kurang bisa diajak bergurau lagi, kami pun melanjutkan dengan perlahan-lahan saja, kalau capek berhenti lagi, kalau haus minum.. dan di sini air minum mulai terkuras.. mudah-mudahan bisa cukup sampai ke air terjun, Aamiin .. gumamku di dalam hati.

Track yang kami lalui ke depan rupanya memang hanya menyajikan menu berupa tanjakan.. tanjakan.. tanjakan.. dan tanjakan.. istilah “truk gandeng” pun tak terhindarkan di sini:mrgreen: .. tidak jarang kami juga harus menggunakan tangan untuk meraih pegangan di batu dan akar kayu.. oh super sekali ! sementara kami terus menanjak yang seperti tidak ada habisnya.. air terjun pun tak kunjung terlihat. Sabar..

Keindahan Alam yang Tersembunyi..

Setelah kami dipaksa terus mendaki tanpa henti, mata saya melihat hamparan putih seperti langit dari berlapis-lapis barisan pepohonan yang berdiri di hutan ini, dalam hati saya sempat bergumam “wah, ternyata masih jauh air terjun yang kami tuju.. buktinya ini kami baru sampai puncak dari bukit yang kami daki daritadi, terlihat dari langit putih yang terlihat dari sela-sela ratusan barisan pohon yang saya lihat sendiri”. Tapi semangat untuk mendaki terus berlanjut.

Tapi.. tunggu dulu ! telinga saya mendengar seperti gemuruh air terjun yang jatuh menerpa bebatuan, saya mencari-cari arah suara itu sembari pendakian kami hampir mencapai akhir.

Dan ternyata.. subhanalloh ! yang saya lihat barusan seperti langit putih dari barisan ratusan pepohonan tersebut adalah tebing dari air terjun yang kami tuju !

Tety ! lihat ! itu air terjunnya sudah kelihatan walaupun masih jauh.. “mana ??!” seru Tety, kami segera melewati pohon-pohon yang menghalangi pemandangan kami dengan dinding air terjun yang kami tuju. Dan inilah keindahan alam Riau yang tersembunyi itu.. Air Terjun Lubuk Bigau – Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak).

Air Terjun Lubuk Bigau First Look

Air Terjun Lubuk Bigau First Look

 

Tunggu artikel selanjutnya😀

Thanks for Reading😀

Categories: Full Indonesia, Jelajah Nusantara, Provinsi Riau, Sepeda Motor, Unik | 5 Komentar

Navigasi pos

5 thoughts on “Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 3

  1. Wew…. Sangat menantang ya jalan kesana…

  2. Go on,
    hehehhe…

  3. Ping-balik: Menggapai Air Terjun Lubuk Bigau a.k.a Air Terjun Pangkalan Kapas (Artepak) Part 4 | Azul's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: