Test ride Suzuki old Spin 125

Barang lama sih, tapi apalah daya baru ada kesempatan untuk test ride sekarang ( bahkan setelah produk ini sudah stop produksi:mrgreen: ), thanks to sist Neni yang sudah mau memberikan kesempatan untuk mencoba sensasi mengendarai Suzuki Spin 125 ini ( Keluaran pertama cuy🙂 ) .

Berikut sensasi yang saya dapatkan ketika mengendarai Suzuki Spin 125 ini, :

– Suzuki Spin 125 keluaran pertama ini masih standar semuanya ( khusus untuk part-part vital ) selebihnya seperti kulit tempat duduk sudah ditukar warna kuning:mrgreen: , dan ban luar juga sudah ditukar ( lupa merek bannya ) .

– Pada ban belakangnya ada sedikit bagian kurang rata, bekas tambal yang kurang bagus mungkin. Dan ketika dibawa riding memang terasa sedikit gangguan karena bagian tak rata pada ban belakang tersebut .

– Ketika mencoba duduk di atas jok pengendaranya maka yang saya rasakan adalah tempat duduk yang lumayan tinggi untuk saya yang mempunyai tinggi sekitar 165cm, tapi kaki tetap menatap dengan sempurna kok.

– Ketika mencoba menghidupkan mesin matik Suzuki ini melalui starter tangan maka pengalaman saya yang cuma pernah mencoba produk matik honda dan yamaha ini adalah ‘bingung’ , karena ketika saya menekan tuas rem belakang plus starter mesinnya tak mau hidup😯 , hmm aneh ! ketika mau bertanya ke sist Neni malu:mrgreen: masa menghidupkan mesinnya saja tak bisa, coba mencoba saya tak sengaja menekan tuas rem depan dan mesinnya menyala . . waduh kaget bro😯 haha . Ternyata tuas rem depan yang di tarik .

– Ketika memutar grip gas, ada sensasi sentakan yang saya rasakan . . lumayan terasa tapi tak apalah tak terlalu berbahaya😀 .

– Bobot matik yang satu ini terasa agak berat dibanding Honda Beat .

– Ketika dibawa jalan mengelilingi kompleks perumahan sist Neni di sana saya mendapati jalanan yang beraneka ragam . . ada yang mulus ( jalan bersemen mulus ), ada yang agak rusak ( jalan bersemen yang sudah mulai hancur ), ada yang rusak parah ( jalanan bersemen yang sudah hancur sekali, sehingga banyak sekali lobang yang timbul ) .

– Dari kondisi jalanan yang beraneka ragam tersebut saya pun menjadi puas, karena akan bisa mengetes kenyamanan peredam kejut yang dimiliki oleh Suzuki Spin ini .

– Ketika memasuki jalanan yg mulai rusak maka peredam peredam kejut sepeda motor ini langsung bekerja dan perasaan saya saat melibas jalanan tersebut lumayan nyaman .

– Ketika memasuki jalanan yang sudah rusak parah disinilah saya merasakan ketidak nyamanan dari motor ini, pantat sakit bro😯 karena fungsi dari peredam kejut saya rasakan kurang maksimal disini . Ya masih enaklah sedikit dari pada Beat .

– Kalau untuk mengetes full speed sengaja tidak saya lakukan, untuk mendapati jalan yang mulus lumayan jauh letaknya dari kompleks perumahan ini, jadi malas:mrgreen: .

– Ketika mencoba berkeliling kompleks perumahan ini beberapa kali saya pun sudah merasa puas .

Berikut kesimpulan yang saya dapat :

– Untuk menghidupkan mesin secara starter elektrik, maka yang ditarik adalah tuas rem depan ( sebelah kanan ). Beda dengan Honda Beat .

– Lumayan berat, saya cek di google sekitar 93kg beratnya matik ini, sedangkan Beat 89,3kg .

– Shock kurang nyaman, tapi karena matik ini berat jadi lumayanlah dari pada Beat .

– Bodi motor ini lumayan ramping .

Sudah itu saja:mrgreen: , test ride seadanya . .
awak masih kuranglah faham dalam menulis😀

Semoga bermanfaat😀

( Azul )

Categories: Sepeda Motor | 8 Komentar

Navigasi pos

8 thoughts on “Test ride Suzuki old Spin 125

  1. Endah

    Koq tesnya lwan beat..? Beat lwanya Nex..spin kn lwanya vario..
    N lgi kyaknya yg nget3s g paham motor ya..
    Percuma dunk..
    Coba pake spin n beat yg kluaran thn yg sma..trasa beda bget bung..
    Spin kalah tarikan sma beat, tp nyamanya jauh enak drpda beat..spin ada lngan ayun, beat g ada jdnya lbh nyentak bgian blakangnya..
    Cbo aja bung..bru tulis lg dblog anda..

    Top speednya cma 120kmh..dah nyoba lwan xeon, xeon kalah 1 body sm spin..

    • @Endah :
      ma’af bung, di sini saya tak ada tes performa motor seperti top speed, cuma membandingkan dua sepeda motor matik yang pernah saya coba ( beat dan spin ).

      kalau untuk matik saya rasa spin maupun beat sama-sama tak mempunyai lengan ayun, kalau yang di samping kiri itu namanya CVT (Continuously Varible Transmission). Memang sekilas terlihat seperti lengan ayun dan kebanyakan orang juga udah menganggap itu lengan ayun

      untuk top speed spin dan xeon nampaknya bung memang lebih tahu,
      terimakasih untuk infonya

      semoga berguna😀

      • Endah

        Info aja ni..

        Di motor beat itu mesinnya lgsung trhubung ke rangka mkanya tdak ada lengan ayun..
        Tpi di spin sebelum trsambung ke rangka mesin terhubung ke lengan ayun trlebih dahulu..

        Coba di cek..

        Mtor dstandar samping, tengok dbwah dkat standar tengah, akan terlihat perbedaan nya..

        Klo shockbrekernya beat memang lebih lembut dari spin, karna ulir pegasnya lebih besar..

        Trims..
        Smoga berguna infonya..

  2. kata orng orng matic standart yg pling kenceng ea spin

  3. spn

    yaelah broo…. walaupun tuas rem belakang yg ditarik tetep hidup! spin dibandingin dengan beat ya bedalaah.

  4. subagio

    motor spin baut pengikat knalpot ke mesin sering kendor,,,,,tali rem belakang suka macet,,sehingga butuh perawatan yg tinggi,tali spedo meter sering putus,,,,,,wah berabe deh,,tarikan gas awal agak ngeden beda dengan mio/beat yg cc nya lebih kecil…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: